Subscribe:

Subscribe now!

Get our latest posts in your email for free.

Tampilkan postingan dengan label skripsi ekonomi manajemen gratis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi ekonomi manajemen gratis. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

File Skripsi Ekonomi : Analisis strategi pemasaran produk Telkomsel pada CV. AXXESINDO Bandar Lampung tahun 2009


DI BAWAH INI ADALAH KUMPULAN SKRIPSI LENGKAP EKONOMI, UNTUK MENDAPATKAN JUDUL, TESIS, PROPOSAL, TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI EKONOMI LAINNYA BISA ANDA LIHAT DISINI 

Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain, suatu kegiatan yang menggerakkan aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen atau pemakai. Pemasaran dapat berjalan dengan sempurna apabila kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik sehingga barang dan jasa dapat memuaskan konsumen yang ada maupun konsumen yang potensial. Perusahaan yang mampu meningkatkan penjualan maka akan memungkinkan memperbesar atau meningkatkan jumlah keuntungan sekaligus efesiensi perusahaan dapat tercapai. 

Penerapan suatu konsep pemasaran dalam suatu perusahaan harus diutamakan karena dalam hal ini sangat penting untuk dilakukan. Perusahaan harus dapat mempelajari dan memperhatikan sikap para konsumen atau pembeli barang yang diproduksi sesuai dengan keinginan pembeli itu sendiri dan melakukan pelayanan dengan sebaik mungkin. Dalam setiap melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan diperlukan strategi demikian juga dalam hal pemasaran diperlukan sebuah strategi pemasaran. Telepon selular atau yang biasa kita kenal dengan ponsel adalah salah satu piranti telekomunikasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi secara bergerak.

Salah satu penyedia jasa telekomunikasi terkemuka yang ada di Indonesia yaitu Telkomsel, perusahaan ini merupakan pelopor penyedia saluran telekomunikasi. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah Perusahaan Informasi dan Komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia yang pada awalnya dikenal sebagai sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap atau dengan nama “Jawatan” pada tahun 1961 status Jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel), PN Postel di pecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi) dan pada tahun 1974 PT. Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi Nasional maupun Internasional. Pada tanggal 14 November 1995 diresmikan PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai nama Perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Telkom merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (51,99%) dan oleh publik sebesar (48,81%), dari jumlah tersebut yang dimiliki oleh investor asing sebesar (45,58%) dan sisanya (3,23%) oleh investor dalam negeri. Telkom juga menjadi pemegang sahan mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel). CV. AXXESINDO Bandar Lampung merupakan sebuah perusahaan jasa dibidang Telkomunikasi yang berusaha memberikan kemudahan bagi konsumen untuk menikmati berbagai layanan yang ada.

Dalam sistem pemasarannya CV. AXXESINDO menggunakan startegi pemasaran dengan menyediakan kelengkapan voucer, harga yang kompetitif, fasilitas tempat yang nyaman dan strategis serta kesediaan barang yang cukup melalui pendistribusian yang lancar dengan harapan apa yang menjadi tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Kegiatan pemasaran mempunyai peranan penting, bukan hanya sekedar penyampaian arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan volume penjulan dimasa yang akan datang.


Password: z3dSdT32


READ MORE : File Skripsi Ekonomi : Analisis strategi pemasaran produk Telkomsel pada CV. AXXESINDO Bandar Lampung tahun 2009

File Skripsi Ekonomi : Pengaruh reputasi dan kualitas auditor terhadap opini Audit Going Concern


DI BAWAH INI ADALAH KUMPULAN SKRIPSI LENGKAP EKONOMI, UNTUK MENDAPATKAN JUDUL, TESIS, PROPOSAL, TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI EKONOMI LAINNYA BISA ANDA LIHAT DISINI 

Perusahaan audit memiliki reputasi lebih baik dari orang lain dan untuk mempertimbangkan bagaimana reputasi tersebut dapat berhubungan dengan kualitas jasa audit yang disediakan. Pengetahuan tentang apakah semua audit yang dianggap memiliki kualitas yang sama harus bernilai bagi pengguna laporan keuangan yang diaudit dan audit badan pengaturan standar. Masalah jasa audit dibedakan adalah satu kontroversial untuk akuntansi profesional badan yang secara tradisional berpendapat bahwa audit oleh salah satu anggota mereka harus kualitas yang sama seperti anggota lainnya. 

Hubungan antara reputasi sebuah perusahaan audit dan kualitas pekerjaan audit yang disediakan oleh teoretisi ekonomi seperti Klein dan Leffler (1981) dan Shapiro (1983). Inti dari argumen mereka adalah bahwa perusahaan individual memiliki insentif ekonomi untuk menanggung biaya rata- rata di atas untuk menghasilkan pelayanan yang berkualitas di atas rata-rata, karena konsumen akhirnya akan menyadari hal ini peningkatan mutu dan siap untuk membayar biaya yang lebih tinggi untuk menerimanya. Oleh karena itu, dalam model ini, biaya bahwa perusahaan dapat memperoleh ditentukan oleh reputasi yang mereka miliki dengan konsumen.

Auditor adalah seseorang yang menyatakan pendapat atas kewajaran dalam semua hal yang material, posisi keuangan hasil usaha dan arus kas yang sesuai dengan prisip akuntansi berlaku umum di Indonesia (Arens, 1995). Ditinjau dari sudut profesi akuntan publik, auditor adalah pemeriksaan (examination) secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut (Mulyadi, 2002).

Teori signaling memberikan indikasi bahwa perusahaan akan memilih auditor berkualitas tinggi untuk menunjukkan kinerja superior mereka. Menurut Scott, (2001), manajer yang rasional tidak akan memilih auditor berkualitas tinggi dan membayar fee yang tinggi apabila karakteristik perusahaan tidak bagus. Argumen ini didasari anggapan bahwa auditor berkualitas tinggi akan mampu mendeteksi karakteristik perusahaan yang tidak bagus dan menyampaikannya kepada publik. Selain memberikan opini audit atas laporan keuangan, mengenai kewajarannya auditor juga bertanggungjawab untuk menilai apakah terdapat kesangsian besar terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern) dalam periode waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan audit (SPAP 2004).

Reputasi auditor didasarkan pada kepercayaan pemakai jasa auditor bahwa auditor memiliki kekuatan monitoring yang secara umum tidak dapat diamati. DeAngelo (1981) menyatakan bahwa auditor skala besar memiliki insentif yang lebih untuk menghindari kritikan kerusakan reputasi dibandingkan pada auditor skala kecil. Auditor skala besar juga lebih cenderung untuk mengungkapkan masalah -masalah yang ada karena mereka lebih kuat menghadapi risiko proses pengadilan. Argumen tersebut berarti bahwa auditor skala besar memiliki insentif lebih untuk mendeteksi dan melaporkan masalah going concern kliennya. (dalam jurnal penelitian Eko Budi Setyarno dan Indira Januarti Faisal : 5 : 2006).

Pengukuran kualitas audit tetap masih merupakan sesuatu yang tidak jelas, tetapi pemakai laporan keuangan biasa mengaitkannya dengan reputasi auditor (Teoh and Wong, 1993). Auditor yang memiliki reputasi baik akan cenderung untuk mempertahankan kualitas auditnya agar reputasinya terjaga dan tidak kehilangan klien. Namun, apakah reputasi auditor dapat dijadikan proksi kualitas audit yang reliable masih diragukan karena tingginya kegagalan audit yang terungkap akhir-akhir ini. Menurut Craswell et al., (1995) karakteristik industri mungkin berpengaruh pada suatu perusahaan lebih besar dibandingkan pada perusahaan lain. O’Keefe (1994) juga berpendapat bahwa auditor industry specialization berhubungan positif dengan kualitas audit diukur dengan penilaian kepatuhan auditor terhadap GAAS.

Auditor yang memiliki banyak klien dalam industri yang sama akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang risiko audit khusus yang mewakili industri tersebut. Spesialisasi dalam industri tertentu menjadi sebuah tren, dan para peneliti menemukan bahwa auditor dengan spesialisasi menghasilkan penghematan finansial dan keuntungan dalam kualitas (Hogan and Jeter, 1999). Di dalam jurnal penelitian (Indira Januarti : 10 : 2007).

Password: FUaxYVti


READ MORE : File Skripsi Ekonomi : Pengaruh reputasi dan kualitas auditor terhadap opini Audit Going Concern

File Skripsi Ekonomi : Responsibility accounting system in PT. BTN (Persero) Malang


DI BAWAH INI ADALAH  KUMPULAN SKRIPSI LENGKAP EKONOMI, UNTUK MENDAPATKAN JUDUL, TESIS, PROPOSAL, TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI EKONOMI LAINNYA BISA ANDA LIHAT DISINI 

Business plays a vital role in the life and culture of countries. It provides just anything consumers want or need, including basic necessities such as food and housing, luxurious such as wide-screen televisions, and even personal services such as caring for children and finding companionship. Businesses are run throughout the world by firms, enterprises, organizations, groups, and interpersonal. Most businesses seek to make a profit; however, some only seek to earn enough to cover their operating costs. When making a profit, they aim to achieve revenues that exceed the costs of operating in the business. To for-profit businesses, it is important to succeed undertaking the activities and obtain gains by any approaches. 

There are three wide-known types of business (Encarta 2006), they are (1) manufacturing firms, (2) merchandisers, and (3) service enterprises. Manufacturing firms produce a wide range of products. Many of them construct only parts rather than complete, finished products. Meanwhile, merchandisers help move goods through a channel of distribution - that is, the route goods take in reaching the consumers. Merchandisers may be involved in wholesaling or retailing, or sometimes both. Service enterprises include many kinds of business. In some cases service enterprises are moderately small because they do not have mechanized services and limit service to only as many individuals as they can accommodate at one time. However, it is now likely that service enterprises have become more important in terms of creating jobs and stimulating economic growth. A well-known one to be example is bank, which is an important player in financial markets.

Whatever the type is, an organization has main goal i.e. to survive from the pressing and competition in the business world. Therefore, the management needs to make sure all is well organized and efficiently. Efficiency can be defined as the most appropriate relation between input and output (Kosasih, 1990). This means an organization has the ability to achieve the desired results without wasting energy or effort. The organization may have goals to expand its range of distribution, get the consumer satisfied with its products and services, or reach multi benefits by undertaking the strategic management; anything but equals to every sacrifice. When this requirement is reached, efficiency is attained.

To perform high-level efficiency, management should encompass any useful punctual information, and the capability in making decisions accurately and promptly as well. The required information comprises all kinds of information that are germane to the activities in the bank. Under good management, the information will aid functions execution, from planning to the controlling. Responsibility accounting information is most useful for this purpose. The system refers to the delegation of authorization from top management to subordinates. The aim is to ease managing the organization and to set person in charge to be responsible for the activity in each division. This way, each division will be motivated to reach efficiency as, by the application of the system, their performance is also become measurable.

This research is to understand the implementation of responsibility accounting information in the object research, to see how far the information helps the management in planning and controlling, and if possible to help solving the problems the organization might be having. Similar researches have been produced to learn about responsibility accounting. That in budget making process, responsibility accounting information is functioned as a role-sending device to the managers in reaching corporate profit. Consequently, these studies support a specific postulation: responsibility accounting information may lead organization to the attainment of profit.

Password: niP4A9ns


READ MORE : File Skripsi Ekonomi : Responsibility accounting system in PT. BTN (Persero) Malang

File Skripsi Ekonomi : Pengaruh karakteristik komite audit terhadap manajemen laba


DI BAWAH INI ADALAH CONTOH KUMPULAN SKRIPSI LENGKAP EKONOMI, UNTUK MENDAPATKAN JUDUL, TESIS, PROPOSAL, TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI EKONOMI LAINNYA BISA ANDA LIHAT DISINI 

Komite audit adalah sekelompok orang yang dipilih oleh kelompok yang lebih besar untuk mengerjakan pekerjaan tertentu atau untuk melakukan tugas-tugas khusus atau sejumlah anggota dewan komisaris perusahaan klien yang bertanggungjawab untuk membantu auditor dalam mempertahankan independensinya dari manajemen. Komite audit merupakan salah satu unsur kelembagaan dalam konsep Good Corporate Governance yang diharapkan mampu memberikan kontribusi tinggi dalam level penerapannya. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan internal perusahaan, serta mampu mengoptimalkan mekanisme checks and balances, yang pada akhirnya ditujukan untuk memberikan perlindungan yang optimum kepada para pemegang saham dan stakeholder lainnya. Komite audit ini diharapkan bisa mendorong penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (Independency ,transparency, accountability and resposibility, and fairness) pada korporasi yang bersangkutan. 

Komite audit bertugas membantu dewan komisaris untuk memonitor proses pelaporan keuangan oleh manajemen untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Tugas komite audit meliputi menelaah kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan, menilai pengendalian internal, menelaah sistem pelaporan eksternal dan kepatuhan terhadap peraturan. Komite Audit terdiri dari sedikitnya tiga orang, diketuai oleh Komisaris Independen perusahaan dengan dua orang eksternal yang independen serta menguasai dan memiliki latar belakang akuntansi dan keuangan. Tugas dan tanggung jawab komite audit juga dipertegas melalui Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-41/PM/2003 yang menyebutkan bahwa komite audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada dewan komisaris terhadap laporan keuangan atau hal-hal yang disampaikan oleh direksi kepada dewan komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dewan komisaris, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas dewan komisaris.
Manajemen laba atau yang sering disebut dengan earning management adalah tindakan campur tangan manajemen dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya sendiri.

Earning management merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan. Praktek manajemen laba dipengaruhi oleh konflik antara kepentingan manajemen (agent) dan pemilik (principal) yang timbul karena setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertimbangkan tingkat kemakmuran yang dikehendakinya. Earning management dalam hal ini hanya berkaitan dengan pemilihan metode akuntansi. Earning management dalam arti sempit ini didefinisikan sebagai perilaku manajer untuk “bermain” dengan komponen discretionary accruals dalam menentukan besarnya earnings. Earning management merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan (mengurangi) laba yang dilaporkan saat ini atas suatu unit dimana manajer bertanggung jawab, tanpa mengakibatkan peningkatan (penurunan) profitabilitas ekonomis jangka panjang unit tersebut.

Earning management dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan apabila digunakan untuk pengambilan keputusan, karena earning management merupakan suatu bentuk manipulasi atas laporan keuangan yang menjadi sasaran komunikasi antara manajer dan pihak eksternal perusahaan. manajemen laba khususnya dalam pola perataan laba juga dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengkomunikasikan informasi privat (private information) secara efisien. Manajemen laba juga dapat dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu yang lain, misalnya dalam rangka mendapatkan bonus berbasis laba, untuk menghindari pelanggaran kontrak utang, dan menghindari biaya politis (political cost) pada waktu perusahaan mendapat laba yang tinggi.

Manajemen laba dapat terjadi karena penyusunan laporan keuangan menggunakan dasar akrual. Sistem akuntansi akrual sebagaimana yang ada pada prinsip akuntansi yang diterima umum memberikan kesempatan kepada manajer untuk rnembuat pertimbangan akuntansi yang akan memberi pengaruh kepada pendapatan yang dilaporkan. terdapat manajemen laba dalam statement keuangan perusahaan sebelum go public dengan mengunakan akrual yang menaikkan laba. Manajemen laba ini dilakukan dengan tujuan tertentu. Dengan menggunakan akrual yang menaikkan laba, maka akan didapatkan harga saham yang relatif tinggi pada waktu penerbitan saham.

Password: t63jo5Ow


READ MORE : File Skripsi Ekonomi : Pengaruh karakteristik komite audit terhadap manajemen laba

File Skripsi Ekonomi : Adopsi international financial report standard: “kebutuhan atau paksaan?” studi kasus pada PT. Garuda Airlines Indonesia


DI BAWAH INI ADALAH CONTOH KUMPULAN SKRIPSI LENGKAP EKONOMI, UNTUK MENDAPATKAN JUDUL, TESIS, PROPOSAL, TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI EKONOMI LAINNYA BISA ANDA LIHAT DISINI 

Adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan standar akuntansi yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu muncul organisasi yang bernama IASB atau International Accounting Standar Board yang mengeluarkan International Financial Report Standar (IFRS). IFRS kemudian dijadikan sebagai pedoman penyajian laporan keuangan di berbagai negara. Masalah yang selanjutnya muncul adalah bagaimana penerapan IFRS di masing-masing negara mengingat perbedaan lingkungan ekonomi, politik, hukum, dan sosial. 

Lingkungan adalah salah satu isu utama dalam masyarakat dan menjadi bagian yang signifikan dalam pengaruhnya tehadap perekonomian suatu negara. Alasan utama penyajian laporan keuangan yang memenuhi standar adalah untuk kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri di masa depan, baik ditinjau dari segi pengguna internal maupun pengguna eksternal. Pengakuan publik akan kelengkapan dan ketransparanan laporan keuangan sebuah perseroan terbuka meningkatkan tekanan sektor bisnis untuk menyediakan laporan keuangan yang compatible dan sesuai standar (Imanuella, 2007).

Kesulitan-kesulitan lainnya mulai timbul pada saat perusahaan domestik ingin melakukan investigasi terhadap kelayakan perusahaan pembeli asing. Jika pembeli diminta untuk memberikan informasi finansial berkaitan dengan perusahaannya, ada kemungkinan bahwa informasi finansial tersebut tidak mudah diinterpretasikan, mengingat adanya asumsi-asumsi akuntansi dan prosedur akuntansi yang tidak lazim di perusahaan penjual. Sebagian besar perusahaan yang baru terjun di bisnis internasional dapat meminta bantuan kepada bank atau kantor akuntan dengan keahlian internasional untuk menganalisis dan mengintepretasikan informasi finansial tersebut. Hal lain yang harus diantisipasi adalah jika pembeli membayar dalam mata uang asing. Misalnya, sebuah perusahaan di Indonesia melakukan ekspor hasil produksinya kepada perusahaan di Amerika Serikat, dan pembeli membayar dalam dollar Amerika Serikat. Perusahaan domestik harus mengantisipasi adanya rugi atau untung potensial yang mungkin timbul karena perubahan nilai tukar antara saat order pembelian dicatat dengan saat pembayaran diterima.

Multinational Corporation, dalam bisnis yang menyangkut pemberian lisensi, perlu mengembangkan sistem akuntansi yang memungkinkan pemberi lisensi untuk melakukan pengawasan atas pelaksanaan perjanjian kerja, pembayaran royalti dan bimbingan teknis serta pencatatan pendapatan dari luar negeri dalam kaitannya dengan pajak yang harus dibayar perusahaan. Akuntansi untuk operasi anak perusahaan di luar negeri harus sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan institusi yang berwenang di negara yang bersangkutan, yang berbeda dengan aturan-aturan di negara induk perusahaan. Selain itu harus dibuat juga sistem informasi manajemen untuk memonitor, mengawasi dan mengevaluasi operasi anak perusahaan serta membuat sistem untuk melakukan konsolidasi hasil operasi perusahaan induk dan anak. Dengan meninjau uraian di atas sangat diperlukan sebuah standar keuangan yang berlaku internasional agar nantinya memberikan kemudahan dalam perdagangan skala global.

Adopsi IFRS ini telah banyak diteliti oleh beberapa orang. Penelitian yang dilakukan Sadjiarto (1999) menghasilkan temuan bahwa karena faktor-faktor tertentu yang khusus di suatu negara, membuat masih diperlukannya standar akuntansi nasional yang berlaku di negara tersebut. Misalnya standar akuntansi keuangan Indonesia (SAK) dibandingkan dengan standar akuntansi keuangan Amerika Serikat. Dalam SAK terdapat Akuntansi untuk Perkoperasian yang belum tentu dibutuhkan di Amerika Serikat. Berdasarkan hal ini, kecil kemungkinan untuk membuat suatu standar akuntansi internasional yang lengkap dan komprehensif.

Alasan pemilihan PT. Garuda Airlines Indonesia sebagai setting penelitian adalah karena GA telah mengaplikasikan IFRS pada laporan keuangannya. Selain itu, GA merupakan perusahaan penerbangan nasional yang berstandar internasional dan sangat berpengaruh di Indonesia mengingat service yang memuaskan dan pemberian rasa aman selama terbang, sehingga keeksistensian GA tidak diragukan lagi. Alasan terakhir adalah karena GA merupakan perusahaan yang dianggap matang dan dijadikan percontohan oleh perusahaan penerbangan lain dalam mengelola keuangan dan laporan keuangan yang berstandar Internasional yang dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif perusahaan ini.

Oleh karena itu penelitian ini didasarkan pada aspek ontologi yang mendasarkan pada premis bahwa akuntansi merupakan realitas yang terbentuk secara sosial (socially constructed reality). Karena tidak semua hal yang berhubungan dengan akuntansi dan laporan keuangan dapat dikuantifikasikan, maka penelitian ini dilakukan dalam paradigme interpretif (paradigma ini akan dibahas dalam bab 3) dalam lingkup metode kualitatif.

Password: a83cRqbX


READ MORE : File Skripsi Ekonomi : Adopsi international financial report standard: “kebutuhan atau paksaan?” studi kasus pada PT. Garuda Airlines Indonesia

Rabu, 20 Juni 2012

FILE ARSIP JURNAL : DOWNLOAD SKRIPSI EKONOMI MANAJEMEN GRATIS | SKRIPSI LENGKAP SEMUA JURUSAN


DI BAWAH INI ADALAH BAB I DARI CONTOH KUMPULAN SKRIPSI LENGKAP EKONOMI MANAJEMEN, UNTUK MENDAPATKAN JUDUL, TESIS, PROPOSAL, TUGAS AKHIR DAN SKRIPSI EKONOMI MANAJEMEN LAINNYA BISA ANDA LIHAT DISINI 




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang Masalah
            Usaha restoran, dewasa ini menunjukkan perkembangan yang relatif pesat, terbukti semakin banyaknya restoran asing yang siap saji merambah Bali. Hal tersebut mengindikasikan bahwa intensitas persaingan dalam bisnis restoran semakin kuat. Jenis restoran seperti ini umumnya berada di lokasi-lokasi yang strategis. Sementara restoran-restoran tradisional atau lokal yang bercirikan lambat dalam pelayanan, relatif kalah bersaing dilokasi dimana terdapat restoran siap saji tersebut. Jenis restoran yang menyajikan makanan dengan sangat cepat atau siap saji dikenal dengan sebutan restoran fast food (Emerson, 1989:4). Tampilan restoran semacam ini, mulai dari lokasi, jenis dan rasa makanan, penataan, sistim pelayanan, dan sebagainya membawa kesan bagi sebagian orang bahwa citra restoran tersebut mewah atau bergengsi. Sehingga bagi konsumen yang datang dan makan di restoran semacam ini, sedikit tidak akan terpengaruh dan tidak jarang datang kembali untuk melakukan pembelian (repeat buying).
            Kecenderungan penduduk kota seperti di Denpasar misalnya, bahwa makan di restoran fast food masih dinilai memiliki nilai sosial atau gengsi tersendiri, yang mampu mengangkat kesan akan status dirinya. Kemudian sering pula ditemui bahwa restoran semacam ini tidak hanya dimanfaatkan untuk tempat makan saja, tetapi juga untuk tempat perayaan acara-acara ulang tahun, syukuran, sambil rekreasi dan sebagainya. Peluang semacam ini telah dimanfaatkan oleh restoran untuk menyediakan model pelayanan jasa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sekitarnya. Di beberapa restoran seperti ini, kadang juga disediakan tempat khusus bagi anak-anak untuk bermain, agar tidak mengganggu orang yang sedang menikmati makanannya. Sehingga sangatlah wajar apabila dikatakan bahwa variasi dan sistem pelayanan restoran fast food pada kenyataannya relatif dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam proses pembeliannya.
            Kegiatan pembelian, apabila ditelusuri lebih dalam hanyalah merupakan salah satu tahap dari keseluruhan proses keputusan pembelian konsumen. Menurut Pride dan ferrel (1993:185), proses keputusan pembelian konsumen  meliputi tahap : pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan evaluasi proses pembelian. Namun tidak selalu semua tahap tersebut dilalui atau dilaksanakan oleh konsumen. Keseluruhan proses tersebut biasanya dilakukan pada situasi tertentu saja, misalnya pada pembelian pertama dan atau pembelian barang-barang yang harga atau nilainya relatif tinggi.
            Pada dasarnya, konsumen akan lebih mudah mengambil keputusan pembelian yang sifatnya pengulangan atau terus menerus terhadap produk yang sama. Apabila faktor-faktor yang mempengaruhinya berubah, maka konsumen akan melakukan pertimbangan kembali dalam keputusan pembeliannya. Keputusan yang menjadi pertimbangan konsumen meliputi keputusan tentang : jenis produk, bentuk produk, merek produk, jumlah produk, waktu pembelian, dan cara pembayaran. Jika dikaitkan dengan fast food, maka dalam proses pengambilan keputusan pembeliannya juga melalui beberapa tahap. Dimana, proses keputusan pembelian tersebut berkaitan dengan beberapa keputusan, terutama keputusan tentang merek produk dan penjualan. Setiap merek atas produk dan penjualan suatu perusahaan, memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri, yang dapat membedakannya dengan para pesaing. Pada kondisi demikian, akhirnya akan dapat ditemui adanya konsumen yang berperilaku setia kepada merek atau kepada penjualan tertentu.
            Restoran fast food umumnya merupakan restoran asing yang masuk ke Indonesia dalam bentuk kemitraan bisnis dengan pola franchise. Pihak franchisor mempunyai produk atau jasa yang ingin dijual dan atau memilih untuk tidak memperluas usahanya sendiri, tetapi menjual haknya  (paten) untuk menggunakan nama produk atau jasanya kepada franchisee yang menjalankan usahanya secara semi independen. Franchisor menyediakan paket yang mencakup pengetahuan dari usahanya, prosedur operasi, penyediaan produk dan cara-cara promosi penjualan. Franchisee membayar sejumlah uang (royalty fee) kepada franchisor, menyediakan restoran (tempat), mengadakan persediaan dan peralatan operasi.  Franchisee membayar royalti yang bervariasi sekitar 8%-15%, dihitung berdasarkan omzet (West, 1980:75). Beberapa restoran yang menggunakan pola bisnis franchise, seperti : KFC (Kentucky Fried Chicken), McD (McDonald’s), TFC (Texas Fried Chicken) dan lain–lain.
            Restoran fast food di Bali akhir-akhir ini terus berkembang rata-rata 35,01% per tahun, hingga saat ini jumlahnya mencapai 18 buah dan lebih dari 75% berlokasi di Denpasar dan Badung (Dinas Perindag Bali, 2003). Perkembangan tersebut mendorong para pengusaha untuk bersaing dan berlomba-lomba merebut pangsa pasar, sekalipun dalam situasi pariwisata Bali yang krisis seperti saat ini. Segmen pasar dan target pasar sasaran restoran fast food di Bali sebagian besar adalah pasar lokal dari semua golongan dan hanya sedikit tamu asing. Bagi tamu asing, tempat makan seperti ini biasanya merupakan pilihan terakhir di negaranya, karena terkait dengan isu kesehatan. Kondisi persaingan tersebut menuntut kombinasi strategi pemasaran yang tepat, untuk mencapai pasar sasaran. Pasar sasaran fast food meliputi pasar pelanggan sekarang dan pasar pelanggan baru (calon pelangan). Jadi peningkatan pangsa pasar memerlukan peningkatan volume penjualan yang relatif melebihi pesaing dengan jalan mempertahankan pasar pelanggan sekarang dan merebut pasar pelanggan baru. Target pasar sasaran tersebut tidak akan tercapai tanpa disertai dengan penetapan kombinasi strategi bauran pemasaran yang tepat. Bauran pemasaran yang dimaksud yaitu : produk (product), harga (price), saluran distibusi (place), promosi (promotion), karyawan (people), fasilitas fisik (pisycle evidence) dan proses (process) yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar, sehingga restoran mendapat keuntungan melalui kepuasan konsumen yang melebihi harapannya (McCarthy dalam Kotler, 1994:98). Dengan demikian kepuasan konsumen akan terbentuk setelah terjadi transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjualnya.
            Jika dilihat dari jumlah penduduk Bali pada tahun 2002 yaitu sebanyak 3.090.497 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 1,02% per tahun (BPS Bali, 2003), maka pertumbuhan jumlah restoran fast food lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk. Kendati demikian keberadaan restoran dibandingkan dengan jumlah penduduk masih sangat besar, yaitu rata-rata sebesar 1 : 350 jiwa. Di sisi lain, jumlah konsumen di industri fast food di Bali dalam satu tahun terakhir, cenderung meningkat tiap bulan dengan pertumbuhan rata-rata 12%. Artinya bahwa, pertumbuhan kapasitas jasa restoran fast food, belum mampu mengimbangi lonjakan konsumen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bisnis semacam ini memiliki kecendrungan pasar yang menguntungkan. Tabel 1.1 berikut ini menyajikan secara rinci statistik perkembangan jumlah penduduk Bali dan jumlah restoran fast food lima tahun terakhir, sebagai berikut :
Tabel 1.1   Perkembangan Jumlah Penduduk dan Restoran Fast Food di Bali, Tahn 1998 s/d 2002

Tahun
Penduduk
Restoran Fast Food

Jumlah (jiwa)
Perubahan (%)
Jumlah (buah)
Perubahan (%)
1998
2.938.500
-
6
-
1999
2.960.966
0,76
8
33,33
2000
2.998.770
1,28
15
87,50
2001
3.048.317
1,65
17
13,33
2002
3.090.497
1,38
18
05,88
Jumlah
15.037.050
5,08
64
140,05
Rerata
3.007.410
1,02
13
35,01
Sumber : BPS. Bali dan Dinas Perindag Bali, 2003
            Lonjakan konsumen fast food berkorelasi dengan perubahan pola konsumsi dan sikap penduduk sekitarnya dalam hal cara atau kebiasaan makan mereka. Kenyataan di atas menjadi menarik untuk diteliti secara empiris, terutama yang berkaitan dengan  beberapa variabel atau faktor-faktor yang menyebabkan kenapa konsumen tertarik dan memutuskan untuk makan di restoran cepat saji (fast food). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kecendrungan konsentrasi lokasi restoran fast food dan konsumennya adalah di Denpasar dan Badung. Demikian halnya dengan McDonald’s di Bali, yang saat ini berjumlah 6 buah, semuanya berada di wilayah Denpasar dan Badung.
            Lokasi usaha McDonald’s biasanya memanfaatkan posisi di salah satu sudut perempatan dan lokasi-lokasi tersebut adalah : di New Dewata Ayu, Sanur, Kuta Square, Time Zone Kuta, Galeria dan Jimbaran. Kendati demikian, segmen pasar dan target pasar sasaran McDonald’s secara geografis tidak hanya monopoli penduduk setempat, walaupun jumlahnya relatif kecil, juga menyasar masyarakat yang berdomisili di luar Badung dan Denpasar. Informasi dari manajemen McDonald’s menyebutkan bahwa jumlah konsumen McDonal’s setiap hari rata-rata sebanyak 500 orang dan 80% diantaranya dari luar Badung dan Denpasar. Konsumen McDonald’s dipilih sebagai objek penelitian, mengingat : tampilan luar McDonald’s lain dari yang lain, fasilitas layanan di McDonald’s lebih banyak selain sebagai tempat makan, hasil pengamatan sementara di lapangan ditemukan kesan dari sejumlah konsumen bahwa keamanan mengkonsumsi McDonald’s lebih baik dibandingkan fast food lainnya. Oleh sebab itu,  penelitian ini dibatasi untuk konsumen restoran fast food McDonald’s di Bali.
           
1.2.            Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka yang dijadikan pokok masalah dalam penelitian ini adalah :
1.2.1.      Bagaimanakah pengaruh faktor psikografi  terhadap keputusan pembelian konsumen McDonald’s di Bali?
1.2.2.      Variabel mana dari variabel-variabel psikografi yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Mc.Donald’s  di Bali?
1.2.3.      Kebijakan pemasaran apa yang harus dikembangkan oleh manajemen Mc.Donald’s, sehubungan dengan hasil analisis pengaruh faktor psikografi terhadap keputusan pembelian konsumen tersebut ?

1.3.            Tujuan Penelitian
1.3.1.      Untuk mengetahui pengaruh faktor psikografi  terhadap keputusan pembelian konsumen McDonald’s di Bali
1.3.2.      Untuk mengetahui variabel mana dari variabel-variabel psikografi yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Mc.Donald’s  di Bali.
1.3.3.      Untuk mengetahui kebijakan pemasaran apa yang harus dikembangkan oleh manajemen Mc.Donald’s, sehubungan dengan hasil analisis pengaruh faktor psikografi terhadap keputusan pembelian konsumen tersebut.

1.4.            Manfaat  Hasil Penelitian
1.4.1.      Sebagai bahan kajian bagi manajemen / praktisi restoran fast food di Bali khususnya McDonald’s, apakah strategi pemasaran yang dikembangkan khususnya di Bali selama ini sudah sesuai dengan harapan dan pertimbangan pembelian konsumennya.
1.4.2.      Sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen restoran fast food  khususnya McDonald’s, dalam menetapkan strategi / kebijakan yang saling menguntungkan dan  mampu mendorong pertumbuhan restorannya secara berkesinambungan serta memberikan kepuasan sesuai harapan konsumennya.
1.4.3.      Sebagai referensi bagi pihak-pihak lain yang berminat melakukan penelitian dalam kajian keputusan pembelian konsumen khususnya tentang restoran fast food terutama McDonald’s.


READ MORE : FILE ARSIP JURNAL : DOWNLOAD SKRIPSI EKONOMI MANAJEMEN GRATIS | SKRIPSI LENGKAP SEMUA JURUSAN

Informasi Penting, Harap Di Baca !!!

Sahabat mahasiswa seluruh Indonesia ...
Anda tahu, berdasarkan pengalaman saya pada waktu dulu menyusun skripsi, hal yang menyebabkan tidak kunjung selesai adalah kurangnya bahan referensi. untuk mencari referensi biasanya Anda mengunjungi perpustakaan.
Dan ini masalah terbesarnya. Di Perpustakaan Anda tidak bisa meminjam dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu lama. belum lagi Anda harus mengetik ulang. Makan waktu kan ? Karena itu, saya ingin membantu anda. Agar anda mudah menemukan Contoh skripsi yang baik, lengkap, dan terpecaya untuk menyelesaikan tugas akhir anda yang sudah di lengkapi dengan judul skripsi, proposal skripsi, metodologi penelitian, bab I sampai daftar pustaka, semua skripsi dalam format .doc sebagai contoh : Skripsi Gratis.doc.
Apa yang anda dapatkan pada paket Download Skripsi:..
UPDATE BULAN MEI 2012
  1. Anda memiliki banyak sekali pilihan Skripsi FULL CONTENT. Semua skripsi lengkap dari BAB Awal sampai BAB Akhir, Proposal, Kesimpulan, Daftar Pustaka, Lampiran, Hasil Penelitian, Toefl, Jurnal, dan File Bertype .DOC / DOCX (Microsoft Word).
  2. Paket DVD terdiri dari 2 pilihan DVD dan lebih dari 4000 skripsi.
  3. Paket 1 DVD Hanya Rp.100.000-,
  4. paket 2 DVD Hanya Rp.150.000-,
  5. Ratusan skripsi sudah dikelompokkan per Jurusan.
  6. Skripsi Jurusan Komputer dan Skripsi Teknik Informatika, di lengkapi Source Code dan Listing Program.
  7. Skripsi dapat langsung anda kembangkan atau hanya sekedar referensi.
  8. Dan tidak ketinggalan Bonus Premium, Bonus Script Bisnis, dan Tutorial Hacking dapat di download pada halaman Member.
Perhatian: Bonus dan Tutorial tidak ada pada DVD. Jadi, hanya dapat didownload pada halaman member. Dalam DVD hanya Khusus Skripsi.
Pesan Sekarang Juga ..
Dengan memesan sekarang juga, anda akan menghemat banyak uang dan waktu, mendapatkan ribuan skripsi terbaru, Tesis Gratis, dan paling lengkap di Indonesia. Anda mendapatkan Paket DVD dan dapat men-Download Langsung pada halaman download. Pesan sekarang juga..
Hanya Dengan..
Rp. 100.000,-
+ Anda Sudah Bisa Memiliki File Ribuan Skripsi +
Anda Mendapatkan Semua Skripsi Terbaru, FULL Pada Paket 1 DVD! Plus Download Bonus Premium Terlengkap Se-Indonesia!
Kata Kunci Pencarian :

Skripsi, Download Skripsi, Contoh Skripsi, Judul Skripsi, Proposal Skripsi, Tugas Akhir, Tesis Gratis, Skripsi Lengkap, Program Skripsi

Copyright : skripsidownloadgratis.blogspot.com